Sementara itu, besaran rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan di periode Januari 2025 juga tercatat sebesar Rp2,43 triliun.
Seperti diketahui, selama sembilan bulan pertama di 2024 perseroan mampu meraih laba bersih Rp5,22 triliun.
Per 30 September 2025, ekuitas SRTG terpantau melorot 5,04 persen (year-to-date) menjadi Rp49,16 triliun, dengan jumlah saldo laba tersisa Rp43,45 triliun atau merosot 5,71 persen dibandingkan per 31 Desember 2024 sebesar Rp46,08 triliun.
Hingga akhir Kuartal III-2025, liabilitas SRTG sebesar Rp3,68 triliun atau menurun 39,37 persen (y-t-d), yang didominasi liabilitas pajak tangguhan (neto) Rp2,02 triliun dan pinjaman mencapai Rp1,4 triliun.
Sampai akhir September 2024, total aset SRTG sebesar Rp52,84 triliun atau menurun 8,64 persen (y-t-d), dengan jumlah kas dan setara kas tersisa Rp904,79 miliar atau anjlok 41 persen dibandingkan posisi per akhir Desember 2024 yang mencapai Rp1,53 triliun














