JAKARTA-Keseimbangan eksternal Indonesia pada triwulan I-2013 mengalami perbaikan sebagaimana yang diharapkan.
Hal ini tercermin pada defisit transaksi berjalan yang menyusut menjadi US$5,3 miliar (2,4% dari PDB) dari defisit US$7,6 miliar (3,5% dari PDB) pada triwulan sebelumnya.
Perbaikan ini bersumber dari meningkatnya surplus neraca perdagangan nonmigas dan berkurangnya defisit neraca jasa dan neraca pendapatan.
“Kinerja ekspor nonmigas secara riil sudah mulai membaik mengikuti pertumbuhan volume perdagangan dunia yang meningkat tetapi secara nominal masih tumbuh negatif akibat harga komoditas ekspor yang masih mengalami penurunan,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Difi A. Johansyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (15/5).
Meskipun ekspor nonmigas tumbuh negatif, kata dia, neraca perdagangan nonmigas mampu mencatat kenaikan surplus karena impor turun lebih tajam daripada ekspor.
Penurunan impor nonmigas tersebut merupakan dampak dari perlambatan konsumsi dan investasi domestik yang tercermin dari menurunnya impor barang-barang konsumsi dan barang-barang modal.
Sementara itu, penurunan defisit neraca jasa disebabkan oleh berkurangnya pengeluaran jasa transportasi, mengikuti turunnya impor nonmigas, dan pengeluaran jasa travel, mengikuti turunnya jumlah penduduk Indonesia yang bepergian ke luar negeri pasca berakhirnya musim haji dan masa liburan akhir tahun.













