JAKARTA-Kebijakan stabilisasi ekonomi domestik yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah secara bertahap telah memperbaiki kinerja transaksi berjalan.
Data bank sentral menyebutkan, defisit transaksi berjalan pada triwulan III-2013 menyusut menjadi US$8,4 miliar (3,8% dari PDB) dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai US$9,9 miliar (4,4% dari PDB).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi, BI, Difi A. Johansyah mengatakan perbaikan kinerja transaksi berjalan tersebut terutama didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas seiring dengan penurunan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan penurunan ekspor nonmigas, serta berkurangnya defisit neraca jasa dan pendapatan.
Ekspor nonmigas meskipun secara nominal masih menurun karena belum pulihnya perkembangan harga dunia, namun volume ekspor mencatat pertumbuhan positif yang terutama ditopang oleh pertumbuhan volume ekspor barang tambang, seperti batubara, bijih tembaga, nikel dan bauksit.
“Di sisi neraca jasa, penurunan defisit didukung oleh berkurangnya pembayaran jasa transportasi sejalan dengan turunnya impor nonmigas serta meningkatnya net inflow jasa travel karena meningkatnya jumlah kedatangan wisatawan mancanegara dan juga ditopang oleh berbagai kegiatan berskala internasional yang diadakan di Indonesia,” imbuh dia.














