Sebelum memutuskan untuk memilih judul ‘Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta’, Sergius mengaku sempat berdebat dengan Eva, karena sebenarnya ia memiliki ide lain untuk dijadikan judul buku ketiganya ini. “Tadinya mau diberi judul ‘Mampus Kau Dikoyak-koyak Sepi’, salah satu sajak Chairil. Tapi ‘kan, menulis buku biografi harus ada toleransi. Ada masanya ketika seorang penulis egonya harus berhenti di satu titik. Kalau nulis buku biografi, masih ada hak dari ahli waris yang harus kita dengarkan,” ujar Sergius.
“Iya, waktu itu Mas Sergius ngontak saya via telepon. ‘Mbak Eva, kita ambil judul ‘Mampus Kau Dikoyak-koyak Sepi. Saya bilang, ‘Aduh, bombastis, ya. Enggak ada yang lain?’. Terus kemudian ngobrol-ngobrol ada masukan lagi, akhirnya terpilih ‘Ini Kali Tak Ada Yang Mencari Cinta,” ungkap Eva.
Jadi, bila tidak menghadirkan puisi-pusi Chairil dalam buku ini, terus apa yang akan disampaikan ke pembaca melalui bukunya ?
“Buku ini saya persembahkan untuk mereka yang berani hidup. Saya tidak ingin memuji banyak Chairil dalam buku ini. Tapi, satu yang saya tahu soal dia, dia adalah orang yang berani untuk hidup,” pungkasnya. *****












