“Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi kami. Apalagi untuk buka booth itu kami harus mengutang ke teman. Dari utang Rp6 juta karena harus bayar sewa Rp4 juta, dan alhamdullilah bukan cuma bisa bayar utang, kami bisa memperbaiki rumah bocor dan rusak, membeli berbagai keperluan keluarga, dan mobil APV bekas untuk mobilitas kami berjualan,” imbuh Inna.
“Kami cukup syok, terharu yang sangat mendalam. Tidak pernah membayangkan berjualan hanya satu hari tapi dapat meraup omzet Rp150 juta,” tutur Joni, dalam sebuah perbincangan santai di Gading Serpong, Kamis siang (15/5/2025).
Joni menjelaskan, jika ingin maju jualan pilihannya adalah membeli mobil sekalipun bekas.
Membeli mobil bekas lebih baik daripada harus menyewa tempat yang sifatnya lama.
Mobil APV adalah tempat jualan berjalan, bisa angkut berbagai macam kebutuhan termasuk belanja bahan-bahan, membawa barang jualan dan sekaligus tempat jualan di acara keramaian tanpa harus rental kendaraan lagi.
Inna mengaku, dirinya sangat kehilangan Paus Fransiskus yang secara nyata menjadi sarana Allah memberi berkah bagi umatnya.
Paus memberikan berkah bagi banyak pedagang kecil seperti dirinya.
Dirinya selalu berharap bisa mengulangi berkah yang luar biasa ini dengan menanti hari paus akan datang lagi ke Indonesia.














