Selepas Four Season, Joni sempat bekerja di Hotel Yellow, Harmoni.
“Saya jadi manager, gaji naik. Namun, pada tahun 2018 ada pengurangan tenaga kerja dan saya dipindahkan ke Bandung, saya tidak mau dan memutuskan kerja mandiri saja.“ ujarnya.
Kepada sang istri, Joni meyakinkan bahwa mereka bisa bertahan jika mau mengerjakan apa saja selama itu halal.
“Saya punya prinsip dapat melakukan apa saja asal ada kemauan dan kerja keras. Jadi apapun tawaran pekerjaan yang datang ke saya selalu saya sanggupi dulu setelah itu baru berpikir bagaimana menyelesaikan pekerjaan itu. Termasuk memasak meski saya bukan chef. Karena itu ketika ditawari untuk buka warung bubur ayam di sebuah kantin di UI saya samber meski belum pernah bikin bubur,” katanya seraya tertawa.
Dengan berjualan bubur ayam tersebut, sebetulnya kondisi keuangan mereka sudah lumayan membaik.
Tapi sayang, hanya dua tahun berselang petaka nasional bahkan dunia itu datang.
Begitu kasus pertama Covid-19 merebak pada Maret 2020 di Depok, wilayah yang sama dengan warung bubur ayam mereka, Joni-Inna menerima surat larangan berjualan hingga pandemi berakhir.
Praktis selama tiga tahun masa pandemi, kehidupan mereka kembali kembang kempis. Kalau pun mereka bisa bertahan karena mereka mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.














