“Selama ini berjualan dengan sewa booth Rp4-5 juta lebih sering gak ketutup karena mentok cuma dapat sejuta kadang gak sampai. Nah, saat acara Paus Fransiskus itu lah yang luar biasa, benar-benar gak menyangka,” kata Inna.
Joni dan Inna berjualan aneka minuman dari es teh manis hingga berbagai minuman kekinian seperti rasa taro, jeruk Belgia, Thaitea, dengan toping jeli, mangga, dan sebagainya dengan range harga 10-20 ribu per gelas.
Di samping minum racikan sendiri, mereka juga menyediakan air mineral dalam botol.
Menurut Joni, semua penjual pada acara Misa Kudus bersama Paus Fransiskus mendapatkan berkah diserbu pembeli. Hanya saja dirinya tidak sempat saling berbicara dengan sesama penjual soal omzet mereka.
“Tidak ada waktu karena saya cuma berdua dengan istri tidak berhenti melayani pembeli sampai keteteran. Kami gak pernah jualan dengan pembeli seramai itu. Biasanya kami bisa santai-santai, ini jam 11-an masih tidur tiba-tiba diketuk pembeli,” ucap Inna.
Satu hal yang mereka kagumi dengan massa yang sedemikian banyaknya namun rapi, tertib, aman.
“Hebat banget meski sangat haus mereka mau antri dengan tertib, rapi, tidak berdesak-desakan. Mereka pun sabar ketika kami berdua tampak kewalahan hingga mungkin kelamaan meraciknya, mereka tidak marah-marah,” papar Inna.














