Cerita serupa juga dirasakan Kenia Alisyahputri (9), korban Tsunami dan Gempa Palu ini, mengaku senang membaca dan menghafal Al Quran.
Bagi putri pasangan Verawati dan Muhamad Budiyarto, alquran adalah obat, baginya untuk memperoleh kemudahan dan pencerahan dalam segala hal.
“Alquran itu menenangkan, mencerdaskan dan memberikan aku ketenagang. Mendengarkannya saja pahala, apalagi membaca dan mau menghafalanya,” seru Kenia yang mengawali baca alquran sejak usia 6 tahun.
Dengan menghafal Al Quran, Kenia mengaku tak risau menerima segala ujian yang diberikan sang maha pencipta.
Meski, rumah orang tuanya disapu bersih gelombang dan getaran gempa yang dahsyat, tak membuat gadis cilik ini gundah lantaran tak lagi memiliki rumah lagi. Justru dia menyakini, dibalik semua pristiwa tersimpan rahasia ilahi yang sulit dipahami oleh manusia.
“Ada hikmah di balik setiap ujian, aku cuma bisa berdoa supaya keluarga aku, kampung aku engga diberikan cobaan yang besar lagi,” kata Kenia.
Untuk menjaga hafalan Al Qurannya, Kenia mengaku setiap hari rutin meminta orang disekitarnya, mendengarkan hafalan bacaan Al Quran.
“Sehari minimal 5 halaman, untuk menjaga hafalan aku,” ucap santri wati Pondok pesantren Tarbiyatul Falah, Bogor ini.















