Raut sedih tampak di wajah Supono begitu ia bercerita tentang pasien COVID-19 yang diantarkannya berkali-kali ditolak rumah sakit.
Sudah lima tahun, pria asal Sidoarjo, Jawa Timur, bergabung menjadi relawan di Info Lintas Sidoarjo. Di komunitas ini, Supono menjadi sopir ambulans.
Supono yang sehari-hari menjadi pengemudi ojek online ini bercerita pengalaman sedih yang baru saja menimpanya.
Sabtu (10/7/2021), ia menerima panggilan dari warga untuk mengantarkan seorang pasien yang diduga COVID-19.
Pasien laki-laki berusia 30an tahun itu, menurut dia, punya riwayat sakit batuk dan menggigil. Saturasi oksigennya cuma 60 sampai 70.
Hari itu juga ia langsung mengambil ambulans dan mengantarkan si pasien ke rumah sakit.
Sampai rumah sakit, pasien ditolak karena kamar sudah penuh. Ia lantas mencari lagi rumah sakit lain.
Ternyata masih ada kamar. Ia pun segera membawa pasien menuju rumah sakit itu. Nahas tak bisa ditolak. Setiba di rumah sakit, pasien sudah meregang nyawa.
“Ternyata pasien meninggal di ambulans,” kata dia menghela nafas.
Memang, saat mengantarkan pasien itu, pihak keluarga tidak memastikan apakah rumah sakit masih ada kamar atau tidak.
Karena itu, saat ini, ketika pasien COVID-19 membludak, kamar rumah sakit penuh, sebelum membawa pasien, ia meminta keluarga memastikan dulu ketersediaan kamar di rumah sakit.














