JAKARTA-Kisruh minyak goreng berbulan-bulan telah menguras tenaga dan pikiran rakyat.
Bukan hanya membingungkan, namun rakyat dibuat pontang-panting menghadapi ketidakpastian harga kebutuhan pokok.
“Kita merasakan bagaimana rakyat sangat lelah akibat sengkarut minyak goreng yang berjalan sangat panjang. Padahal saya telah bicara soal minyak goreng ini, sekitar 5 Nopember 2021. Saat itu harganya, sudah Rp20.000, jadi sudah 5 bulan lebih,” kata I Nyoman Parta saat rapat kerja dengan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dan Wamendag, Jerry Sambuaga di Komisi VI DPR, di Jakarta, Kamis (17/3/2022).
Namun demikian, Parta mengaku tetap memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan Mendag, Muhammad Lutfi.
Termasuk menerbitkan beberapa peraturan tata kelola minyak goreng agar lebih baik, meski hasilnya ternyata tidak maksimal.
“Jadi, wajar saja rakyat sangat lelah dengan sengkarut tersebut, karena gejolak harga yang tinggi membutuhkan pengeluaran yang lebih banyak.”
Lebih jauh anggota Fraksi PDIP ini menjelaskan rakyat juga lelah secara psikis, karena rakyat tahu bahwa Indonesia merupakan penghasil CPO terbesar di dunia.
Namun faktanya minyak goreng malah langka dan terjadi antrean panjang, bahkan sampai memakan korban jiwa.












