Mereka juga dibekali ilmu pengemasan dan pemasaran tak hanya offline namun juga online dengan memanfaatkan teknologi.
“Para wanita nelayan ini dapat mengoptimalkan penggunaan handphone untuk memasarkan produknya melalui media sosial dan marketplace. Tujuannya untuk menghasilkan nilai tambah yang mendukung perekonomian keluarga saat suaminya sedang sepi tangkapan ikan,” imbuhnya.
Hingga November 2021, Ditjen Perikanan Tangkap KKP telah melaksanakan program diversifikasi usaha nelayan di 19 lokasi.
Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan balai pelatihan dan penyuluhan yang merupakan unit kerja di bawah BRSDMKP.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono dalam berbagai kesempatan selalu menunjukkan perhatiannya terhadap kesejahteraan nelayan.
Ia menegaskan salah satu cara meningkatkan pendapatan nelayan, yaitu dengan program pemberdayaan nelayan melalui kegiatan diversifikasi usaha.















