2. Sekjen GNB memaparkan strategi kolaborasi yang efektif dan humanis dalam edukasi generasi muda tentang bahaya narkoba dan bullying.
3. Tenaga Ahli Pemprov DKI Jakarta, *Hikari Ersada*, memberikan apresiasi tinggi atas aktivitas dan program-program GNB selama ini. Ia menegaskan bahwa program kerja GNB akan segera disinkronkan dengan dinas-dinas terkait, terutama dalam penanganan isu narkoba dan bullying.
Hikari juga menjelaskan bahwa sektor pendidikan memiliki beberapa segmen krusial yang perlu ditangani, termasuk mental health, bullying, kekerasan anak di bawah umur, hingga rehabilitasi bagi korban dan pelaku.
Menurut Hikari, Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan *Mas Pramono Anung dan Rano Karno* masih memiliki pekerjaan besar dalam menangani persoalan-persoalan tersebut. Ia menilai GNB dapat mengajukan usulan terkait penanganan rehabilitasi pelaku kekerasan anak di bawah umur untuk didorong ke Dinas Sosial, mengingat beberapa kasus kekerasan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.
“Komitmen GNB: Bergerak dengan Hati dan Aksi Nyata”
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum GNB menjelaskan secara detail mandat organisasi yang bergerak dengan hati yang tulus untuk melakukan edukasi bahaya narkoba dan perundungan melalui penyuluhan di sekolah, kampus, rumah ibadah, hingga ke masyarakat tingkat kecamatan, kelurahan, RW, RT, PKK, dan Karang Taruna. “Stop Narkoba dan Stop Perundungan bukan hanya slogan, tetapi suatu gerakan nyata yang harus diwujudkan dalam tindakan,” tegas Ketua Umum.














