GNB juga mengajak Pemprov DKI Jakarta untuk dapat membuka Rumah Belajar Cerdas dan Rumah Baca (contoh: kampung kumuh) melalui kerja sama dengan berbagai kampus sebagai tenaga pendidik, mengingat masih banyak anak-anak di wilayah pinggiran Jakarta yang belum memperoleh akses pendidikan memadai.
Selain itu, Ketua Umum menekankan bahwa para pegiat penyuluhan narkoba dan anti-perundungan adalah pejuang garis depan yang siap berjuang sepanjang hidupnya. Karena itu, diperlukan perhatian khusus dari Pemprov kepada para aktivis yang bekerja langsung di lapangan.
Penutup,
Rapat koordinasi ditutup dengan suasana hangat, penuh canda tawa dan kekeluargaan, namun tetap meneguhkan komitmen bersama pada hal-hal yang esensial:
*“BERGERAK DAN BERJUANG BERSAMA TANPA MENGENAL LELAH.”*














