JAKARTA, BERITAMONETER.COM-Kalangan Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) kembali menghimpun bantuan untuk para korban bencana alam di Sumatera yang hingga kini masih merasakan beban berat. Namun kali ini PPEKRAF mengajak Yayasan Cahaya Insan Muda Sehati (CIMS) dan Paguyuban Keluarga Kabupaten Muko-Muko (PKKM) menggalang bantuan non makanan, yakni pakaian, kaos, sarung, mukena, sajadah, selimut dan lain-lainnya. “Kami mendapat laporan dari kawan-kawan PPEKRAF di Aceh, banyak masyarakat harta bendanya hanyut, bahkan ada yang tinggal dipakai di badan saja,” kata Ketua umum PPEKRAF, Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan usai pelepasan bantuan sandan dan pakaian kepada wartawan di Jakarta, Jumat (6/2/2026). Adapun bantuan tersebut dikirim menggunakan angkutan jasa ekspedisi yang sudah berpengalaman ke daerah bencana. Dalam pelepasan bantuan itu, Liya sapaan akrabnya didamping oleh jajaran pengurus PPEKRAF dan Ketua Dewan Pembina PPEKRAF, Dr Sapuan.

Lebih jauh Liya menjelaskan banyak usaha mikro (UMi) dari sektor kreatif ikut terkena dampak bencana, sehingga para pelaku usaha UMi yang umumnya perempuan menjadi bangkrut. “Tentu prihatin akibat bencana alam ini, banyak usaha jadi tutup. Bahkan bukan hanya rumah, tapi lokasi usaha pun hancur,” ujarnya lagi.












