JAKARTA-Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Herman Khaeron menyoroti rendahnya pengguna jasa Bandara Kertajati meskipun sudah memiliki fasilitas yang sangat baik.
Bahkan fasilitas penerbangan itu telah bisa didarati oleh banyak pesawat berbadan lebar, termasuk pesawat kargo jenis Antonov.
“Hal ini menjadi pembahasan penting tadi dengan Garuda Indonesia, Angkasa Pura, Air Nav, dan Pimpinan Bandara Kertajati. Esensinya adalah ini akan diapakan ke depannya dengan keterbatasan-keterbatasan kunjungan penumpang yang rata-rata perhari hanya 1500 orang,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (21/2/2024).
Dia juga menyayangkan belum optimalnya fungsi bandara tersebut meski sudah dibuka rute-rute yang potensial untuk ke Kalimantan Timur, Balikpapan, dan Bali.
Bahkan dalam sepekan ada dua kali angkutan umrah melalui Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurutnya, proyek bandara ini menjadi sangat strategis apabila sejak awal tujuan penutupan Bandara Husein Sastranegara adalah untuk bisa menggiring para pengguna jasa penerbangan ke Bandara Kertajati.
“Saya kira harus dicarikan solusi apakah kondisi itu dikarenakan kurang sosialisasi, aksesibilitas, maupun pengetahuan masyarakat terkait penggunaan bandara. Bahkan ke depan saya usulkan bagaimana antar instansi berkolaborasi untuk melahirkan kebijakan bahwa seluruh penerbangan umrah dan haji dipindahkan ke Kertajati,” imbuhnya.












