JAKARTA-Respublica Political Institute (RPI) mengapresiasi keberanian pemerintah menenggelamkan ratusan kapal-kapal asing yang mencuri ikan di wilayah Indonesia. Namun Direktur Eksekutif RPI, Benny Sabdo menyesalkan kekalahan pemerintah dalam perkara gugatan dugaan pembakaran hutan kepada PT Bumi Mekar Hijau (BMH). “Kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi pemerintah sekaligus mempertanyakan komitmen politik lingkungan Presiden Jokowi,” kritik Benny di Jakarta, Selasa (12/1).
Seperti diberitakan, dalam pidato sambutan Rakernas I PDI Perjuangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah memiliki ketegasan dan keberanian. Pertama, keberanian pemerintah menenggelamkan ratusan kapal-kapal asing yang mencuri ikan di wilayah Indonesia. Kedua, keberanian pemerintah mengeksekusi mati belasan terpidana mati kasus narkotik.
Benny membandingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berhasil menggugat PT Kallista Alam yang membakar 1000 hektare hutan di Aceh, dihukum Rp 366 miliar. Tidak hanya itu, kata Benny, aset PT Kallista Alam juga disita dan jika tidak cukup membayar kerugian maka dirampas untuk negara.
Ia menegaskan SBY dapat menggerakkan birokrasi di bawahnya, khususnya Kementerian Lingkungan dan Jaksa Agung. Bahkan ia mendesak pelaku pembakar hutan harus bertanggungjawab atas bencana asap yang telah menyengsarakan banyak warga. Pemerintah seharusnya melaksanakan amanat konstitusi sebagai hukum tertinggi yang tersurat dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu pemerintah wajib melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.















