JAKARTA-Nasib Kabareskrim Komjen, Anang Iskandar bisa setragis Komjen Budi Waseso yang akhirnya disingkirkan karena terlalu agresif memerangi korupsi. Peluang Komjen Anang di-Buwas-kan sangat terbuka jika terlalu berani membongkar aib bisnis yang melibatkan pejabat negara dan kerabatnya. “Bagaimana pun Anang tentunya akan berpikir dua kali untuk bersikap agresif menangani atau melanjutkan kasus korupsi yang sudah dibongkar Buwas. Sebab, Anang pasti takut “di-buwas-kan” oleh elit penguasa yang sudah diperalat koruptor,” urai Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane di Jakarta, Sabtu (5/9).
Seperti diketahui, Komjen Buwas dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Bareskrim, diduga karena dinilai membuat gaduh, sehingga kondisi perekonomian Indonesia kian memburuk. Salah satu langkah Buwas yang dianggap membuat gaduh terkait penggeledahan kantor Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Joost Lino dan Pertamina Foundation.
Neta mengaku, tugas Komjem Anang sangat berat. Salah satu tantangannya adalah menanggung beban psikologis dan traumatis pasca kasus Buwas. Sebab bukan tidak mungkin, Komjen Anang bakalan menghadapi tekanan dari pejabat negara yang bisnisnya terganggu. Artinya publik sulit mengharapkan kasus-kasus korupsi yang sudah dibongkar Buwas akan berlanjut penyidikannya hingga ke pengadilan. Traumatik yang ditanggung Anang diperkirakan akan membuat kasus korupsi itu “ditiarapkan”. “Tentunya hal ini akan membuat koruptor merasa menang dan makin besar kepala,” tegasnya.















