ADVERTISEMENT
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
  • Login
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Berita Moneter
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
  • KEUANGAN
  • MAKROEKONOMI
  • NASIONAL
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
Home Makroekonomi

Komodo, Bagaimana Mengaturnya

gatti Reporter : gatti
9 Des 2018, 11 : 33 PM
3.1k 95
0
Silvester Deni Harsidi

Silvester Deni Harsidi

3.2k
SHARES
6.3k
VIEWS
ADVERTISEMENT

Arah Kebijakan Pengelolaan
Niat gubernur NTT agar TNK dikelola oleh pemerintah daerah merupakan wacana yang baik untuk didiskusikan di tingkat masyarakat. Niat ini sudah ramai dibicarakan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, di masa pemerintahan gubernur yang baru, wacana ini berhembus kencang karena masyarakat merasa gubernur NTT penuh semangat, memberi harapan besar kepada masyarakat NTT, hal itu akan terwujud. Hal ini seolah-olah menggambarkan kalau pemerintah daerah yang kelola, masyarakat akan segera mendapatkan manfaatnya.

Semua harapan itu sah-sah saja. Namun hal itu belum tentu berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Pengelolaan TNK tidak dapat diartikan secara sederhana, gampang seperti mengembalikan telapan tangan; ambil kemudian dikelola. Pengelolaan TNK tidak hanya dipandang dari aspek keuntungan pariwisata. TNK adalah kawasan biosfer dunia. Keuntungan dari pariwisata di TNK merupakan manfaat lain dari keberadaan TNK. Sehingga pengelolaan TNK harus mencakup aspek utamanya yakni perlindungan terhadap cagar biosfer.

Dengan demikian, hal utama yang harus segera dilakukan adalah mengatur caring capacity masuk ke TNK. Semua atraksi wisata yang ada di kawasan TNK tidak boleh menggangu cagar biosfer yang ada. Langkah ini lebih mudah diatur, karena TNK sudah memiliki zonasi yang mengatur tentang tata ruang kawasan TNK. Dengan adanya regulasi caring capacity, wisatawan atau kegiatan apapun di dalam kawasan, termasuk jumlah bangunan dan pengaturan pemukiman dapat diatur sedemikian rupa. Orang tidak boleh seenaknya membangun ataupun sebaliknya, orang tidak boleh larang membangun kalau pembangunan itu dari aspek caring capacity dan pemanfaatan ruang layak untuk dibangun. Regulasi caring capacity itu menjadi standar operasional yang transparan, sehingga semua pihak memahami kebijakan yang diambil oleh pengelola kawasan TNK yakni Balai Taman Nasional Komodo.

BacaJuga :

Warning!! Rokok Ilegal Semakin Merajalela di Wilayah Manggarai Raya, NTT

Puradelta Lestari (DMAS) Bidik Prapenjualan Rp2,08 Triliun pada 2026

Scroll untuk lanjutkan membaca.

Ketika kawasan TNK sudah memiliki regulasi caring capacity, ini merupakan peluang bagi pengembangan obyek wisata yang lain di sekitar kawasan TNK termasuk seluruh wilayah yang ada dalam rumah besar wisata NTT. Membatasi orang masuk ke kawasan karena alasan caring capacity lebih rasional ketimbang menaikan harga tiket karena hal itu belum tentu benar-benar membatasi orang masuk ke TNK. Bisa saja, orang tidak peduli berapapun harga tiketnya yang terpenting lihat komodo. Dengan demikian, wisatawan tetap tidak dapat dikontrol masuk ke TNK. Dapat juga membawa resiko, orang rela membayar tujuh juta, tetapi wisatawan itu menghabiskan uang dan waktunya hanya berkunjung ke TNK. Itu berarti, tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi dari aspek pariwisata di luar TNK tidak terwujud.

Dengan adanya batasan karena caring capacity memberi manfaat ganda yakni mengajarkan kepada banyak pihak tentang pentingnya menjaga cagar biosfer, sehingga mereka tidak dapat memaksakan diri masuk ke TNK. Juga memberi manfaat agar wisatawan dapat mencari obyek wisata alternative sebelum mendapatkan kesempatan berkunjung ke TNK. Rencana menaikan harga tiket masuk ke TNK, dapat juga menjadi petaka bila diterapkan tergesa-gesa. Ada kemungkinan, pasar tidak akan menerimanya. Misalnya pasar domestic yang jumlah sampai empat puluh persen akan hilang. Dengan harga tujuh jutaan adalah harga yang sangat fantastic, belum ditambah dengan biaya yang lain seperti penerbangan, akomodasi dan perjalanan lokal. Jadi wacana menaikan harga tiket masuk ke TNK sangat tidak strategis. Bisa saja wacana yang lebih strategis adalah membatasi kunjungan ke TNK demi kelangsungan kelestarian salah satu cagar biosfer dunia.

Ketika ada regulasi caring capacity yang membatasi kunjungan wisatawan ke TNK, memberi peluang obyek wisata di luar TNK dapat berkembang. Hal ini membutuhkan persiapan pembenahan agar obyek wisata di luar TNK itu benar-benar sudah siap dijual ke wisatawan. Masalah utama pariwisata NTT adalah aksesabilitas dan mobilitas antar kawasan ke obyek-obyek pariwisata. Masih banyak tempat-tempat pariwisata di NTT yang jalan dalam kondisi rusak, berlubang seperti kubangan. Butuh waktu lama mencapai obyek wisata tersebut. Kendala lain adalah obyek pariwisata tidak dikelola dengan managemen yang baik. Banyak sampah di sekitar obyek wisata. Tiket masuk tidak jelas. Bahkan lebih tragis, di sebuah obyek wisata, petugas tiket (masyarakat lokal) seenaknya menentukan harga sementara keamanan bagi wisatawan tidak dijamin.

Dari penjelasan tersebut di atas, posisi gubernur NTT saat ini sangat strategis untuk membenahi TNK dengan mendorong Balain Taman Nasional Komodo, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan stakeholder yang lain untuk duduk bersama agar TNK segera memiliki regulasi caring capacity ketimbang menaikan harga tiket masuk. Kemudian mendorong kepala daerah yang ada di NTT untuk segera membenahi obyek-obyek pariwisata yang ada di daerahnya masing-masing. Regulasi caring capacity, merupakan kebijakan yang dapat memberi perlindungan terhadap tiga aspek di atas. Kebijakan harus mampu agar TNK tetap menjadi asset yang dapat memberi keuntungan secara ekonomis, namun kelestariannya tetap terjaga dan wisatawan tetap mau datang karena harga masih terjangkau dan wisatwan tidak menumpuk di TNK.

Pertanyaan berikutnya, apakah TNK harus dikelola oleh pemerintah daerah (Provinsi NTT) agar masyarakat NTT segera mendapatkan manfaat juga belum tentu menjamin. Jangan-jangan hal ini malah akan menambah banyak persoalan. Dari segi kesiapan dan konflik kepentingan pasti akan muncil. Wacana dikelola oleh pemerintah daerah bisa saja menjadi opsi jangka panjang. Agar TNK memberi manfaat yang segera kepada masyarakat NTT adalah masalah administasi keuntungan yang dilakukan oleh para pengambil kebijakan. Harapan kita, gubernur NTT dapat melakukan kordinas dengan Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk bersama-sama membahas apa peluang yang dapat dilakukan oleh pemerintah daerah dan bagaimana supaya pemerintah daerah baik Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan dapat mengambil keuntungan yang lebih besar dari TNK. Tanpa harus dikelola langsung oleh pemerintah daerah pun, keuntungan dapat dilakukan melalui kordinasi di lintas structural pemerintah. Kami masyarakat tinggal menuggu.

Mengatur komodo tidak harus tergesa-gesa tetapi yang dibutuhkan adalah duduk bersama, agar dapat berpikir dari berbagai aspek.

Penulis adalah Pemerhati Wisata NTT

Halaman :
Sebelumnya12
Share1290Tweet806SendSharePin290Share226
Berita Sebelumnya

Misi Dagang ke Arab Saudi, Catatkan Potensi Transaksi USD 14,02 Juta

Berita Selanjutnya

Maraknya Kiai dan Ulama Dukung Jokowi

Berita Terkait

Pertahanan Semesta Presiden Prabowo
Makroekonomi

Said Abdullah: Anggaran MBG Masuk Pos Pendidikan Keputusan Politik

28 Feb 2026, 7 : 26 AM
PP Perseroan Terbitkan Obligasi Rp434,62 Miliar Untuk Bayar Utang
PROPERTI

PP Persero Catatkan Perolehan Kontrak Baru Rp2,76 Triliun pada Januari 2026, Tumbuh 120,8%

27 Feb 2026, 6 : 34 PM
Warning!! Rokok Ilegal Semakin Merajalela di Wilayah Manggarai Raya, NTT
Hot News

Warning!! Rokok Ilegal Semakin Merajalela di Wilayah Manggarai Raya, NTT

27 Feb 2026, 5 : 40 PM
Kuartal I-2024, DMAS Raup Marketing Sales Rp 560 Miliar
PROPERTI

Puradelta Lestari (DMAS) Bidik Prapenjualan Rp2,08 Triliun pada 2026

27 Feb 2026, 10 : 34 AM
DPD GMNI DKI Jakarta Bongkar Kemiskinan Semu Versi Negara
Makroekonomi

DPD GMNI DKI Jakarta Bongkar Kemiskinan Semu Versi Negara

27 Feb 2026, 6 : 48 AM
Said Abdullah: Indonesia Perlu Desak PBB  Sanksi Israel
Opini

Menjernihkan Tata Kelola dan Anggaran MBG

27 Feb 2026, 6 : 28 AM
Berita Selanjutnya
Maraknya Kiai dan Ulama Dukung Jokowi

Maraknya Kiai dan Ulama Dukung Jokowi

Jokowi: Interaksi Masyarakat Jangan Didominasi Semangat Kontestasi

Jokowi: Interaksi Masyarakat Jangan Didominasi Semangat Kontestasi

Jokowi: Jaga Kelestarian Budaya Luhur Bangsa

Jokowi: Jaga Kelestarian Budaya Luhur Bangsa

Berita Populer

  • Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    Haryanto Badjoeri, Pensiunan Pejabat DKI yang Tak Pernah Sepi Hatinya

    3290 shares
    Share 1316 Tweet 823
  • IHSG Pagi Ini Melejit 1,23% ke 8.373,237 Berkat Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, UNVR, ASII, BUMI dan GOTO

    3258 shares
    Share 1303 Tweet 815
  • Tunggu RUPSLB, Bakrie and Brothers Gelar Right Issue Sebanyak 90 Miliar Saham

    3250 shares
    Share 1300 Tweet 813
  • Luncurkan GMA Affiliate Mega Pro, Gus Choi: Bisnis Gotong Royong Untuk Mencapai Kesejahteraan

    3549 shares
    Share 1420 Tweet 887
  • Awal Perdagangan, IHSG Anjlok 1,42% Dipicu Saham BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, BUMI dan DEWA

    3238 shares
    Share 1295 Tweet 810

Opini

Pengurus Komda Banten Dilantik, Usung Semangat Sinergi dan Proaktif

Pengurus Komda Banten Dilantik, Usung Semangat Sinergi dan Proaktif

28 Feb 2026, 10 : 37 PM
XTransfer Menerima Persetujuan Bersyarat dari Bank Negara Malaysia untuk Perizinan Pembayaran Utama

XTransfer Menerima Persetujuan Bersyarat dari Bank Negara Malaysia untuk Perizinan Pembayaran Utama

28 Feb 2026, 3 : 49 PM
BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

BSI Raih Sertifikasi ISO Global 27701:2019 Untuk Etika Digital dan Pelindungan Data Nasabah

28 Feb 2026, 3 : 39 PM
GPPMI Dukung Langkah Kapolri Transparan Tangani Kasus Oknum Brimob Tual

GPPMI Dukung Langkah Kapolri Transparan Tangani Kasus Oknum Brimob Tual

27 Feb 2026, 10 : 40 PM
IHSG Sesi I Naik 1,6% ke 8.047,222 Berkat Saham BBRI, BMRI, ASII, ANTM, BUMI dan DEWA

Tutup Februari 2026, IHSG Berakhir di Level 8.235,485

27 Feb 2026, 6 : 29 PM
Suar News
Facebook Twitter Instagram TikTok Telegram
Berita Moneter

BERITAMONETER.COM menjadi portal berita yang paling terdepan hadir diruang kerja anda dengan menyuguhkan berita akurat yang sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan.
© 2024 - ALL RIGHTS RESERVED.

REDAKSI KAMI

Ruko Vinewood Residence 2, Jl. Moch. Kahfi II, RT.9/RW.5, Srengseng Sawah, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12640

TENTANG KAMI

  • About
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • IKLAN Advertorial
  • REDAKSI
  • indeks
  • Feed

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.

Selamat Datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Lupa Kata Sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • HOME
  • BURSA
    • Hot News
    • Saham
    • Pasar Modal
  • KEUANGAN
    • Asuransi
    • Bank
    • Bank Syariah
    • Koperasi
    • Kurs
    • Kripto
  • MAKROEKONOMI
    • Energi
    • Perdagangan
    • Investasi
    • Industri
    • Pariwisata
    • Properti
    • i-Tech
    • Travel
  • NASIONAL
    • Politik
    • Hukum
    • Regional
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
    • Opini
  • OTOMOTIF
  • EQUIPMENT
  • LAINNYA
    • Interview
    • Olahraga
    • Profile
    • Celebrity

© 2024 Berita Moneter - Berita Tentang Moneter Terlengkap Dan Terkini BeritaMoneter.Com.