CILEGON-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya industri Petrokimia di Indonesia untuk semakin memperkuat struktur manufaktur nasional dari sektor hulu sampai hilir. Sebab, industri Petrokimia menghasilkan berbagai komoditas yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pada industri kemasan, tekstil, alat rumah tangga, hingga komponen otomotif dan produk elektronika.
“Industri petrokimia sama pentingnya seperti industri baja, sebagai mother of industry. Untuk itu, kita perlu menjaga situasi lingkungan dan iklim usaha yang stabil agar proyek ini berhasil terlaksana dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian secara keseluruhan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pembangunan Komplek PetrokimiaPT. Lotte Chemical Indonesia (PT LCI) di Cilegon, Jumat (7/12).
Berdasarkan karakteristiknya, menurut Menperin, industri Petrokimia dikategorikan sebagai jenis sektormanufaktur yang padat modal, padat teknologi dan lahap energi sehingga perlu mendapat perhatian khsusus dari pemerintah untuk langkah pengembangan yang berkelanjutan.
“Di dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, telah ditetapkan industri kimia menjadi salah satu sektor yang mendapatkan prioritas pengembangan agar menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0,” jelasnya.













