Rm Markus Solo berasal dari Nusa Tenggara Timur.
Sosoknya menjadi viral ketika mendampingi dan sekaligus menjadi penerjemah Paus Fransiskus, saat berkunjung ke Indonesia pada September 2024.
Dalam wawancaranya, Yanti menjelaskan bahwa setelah mendapat undangan tampil di Vatikan tersebut, ia kemudian mencari event-event yang lain untuk pentas.
“Ada satu teman seorang Profesor Sastra Indonesia di Roma yang biasa menampilkan pentas gamelan dan nyanyi di dalam acara inagurasi. Kebetulan karena kami lagi ada di Roma dia menanyakan apakah juga mau tampil di acaranya. Buat saya karena ini promosi Indonesia ya saya bersedia,“ katanya.
Yanti mengungkapkan untuk tampil di event istimewa di Vatikan tersebut, Kebaya Menari telah mempersiapkan tiga tarian.
“Kami memang fokusnya promosi atau sosialisasi kebaya tapi bungkusnya menari. Nah, saat menari itu kami selalu menggunakan kebaya yang berasal dari berbagai macam daerah. Untuk di Vatikan ada belasan orang memakai kebaya Jawa, ada sebagian pakai kebaya Janggan, Bali, dan ada juga yang berkebaya daerah Sumatera. Kami semua 31 jumlahnya,“ jelasnya.
Sementara soal tariannya, Yanti mengatakan Kebaya Menari tidak pernah menciptakan kreasi tarian sendiri namun menarikan tarian Nusantara yang sudah ada.















