“Menari di depan Paus itu sepanjang hidup saya ya sekali ini saja, dan belum tentu semua orang mempunyai kesempatan,“ katanya.
Edukasi Budaya Kebaya
Komunitas Kebaya Menari didirikan pada 4 Desember 2019 oleh empat perempuan sekawan yakni Yanti Moeljono, Ade Nirmala, Berty Singgih, dan Dian Chieq, yang bertujuan untuk menyiarkan, menyosialisasikan, dan mengedukasi pemakaian kebaya kepada masyarakat luas.

Mereka sepakat memilih tarian sebagai media edukasi karena akan membuat busana kebaya lebih hidup, dinamis, dan membuat orang awam lebih tertarik untuk mengenalnya lebih jauh.
Komunitas ini kemudian memulai juga mengajarkan tarian Nusantara secara gratis.
“Pertama kami latihan menari berkebaya di Sarinah pada 4 Desember 2019. Dan, ternyata saat kebaya disahkan oleh UNESCO pada 4 Desember jadi pas. Tapi Hari Berkebaya Nasional pada Juli,“ katanya.
Kegiatan Komunitas Kebaya Menari diikuti oleh perempuan yang tidak berasal dari agama tertentu (lintas iman), tetapi juga bermacam-macam kategori usia, termasuk anak muda yang akhirnya menjadi pewaris kebaya dan budaya itu sendiri.















