Menurut Rully, Pilkada dilakukan sejak tahun 2005. Dalam rentang waktu tahun 2005-2009 terjadi 350-an Pilkada. “Setiap minggu bahkan setiap hari ada Pilkada, sehingga sperti tak ada hari tanpa Pilkada,” jelasnya.
Dari Pilkada ditambah dengan Pileg dan Pilpres, sambung Rully, sehingga menjadi tontonan rakyat yang menarik. Dari sini lalu muncul konsultan-konsultan politik, usaha percetakan kaos, spanduk, dan atribut kampanye lainnya, maka Pilkada menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. **aec













