JAKARTA–Ketua Badan Pengarah Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Fransiscus Welirang mengungkapkan bahwa penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan belum tepat sasaran, sehingga belum memiliki dampak signifikan pada kesejahteraan sosial masyarakat. “Dana CSR harusnya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan, artinya daerah dimana perusahaan tersebut beroperasi, bukan disalurkan untuk daerah lain,” katanya dalam dalam Konferensi Nasional DNIKS berthema “Kesejahteraan Sosial: Tujuan Nasional, Kenyataan, Tantangan dan Harapan” di Jakarta, Rabu(18/6/2025).

Hadir pula dalam Direktur eksekutif Great Institute Syahganda Nainggolan, Angota Badan Pengaraha Hatta Taliwang, Ketua BPA DNIKS Siswadi Abdul Rochim, Ketua umum DNIKS A Effendy Choirie, Waketum DNIKS Zarman Syah, Dian Novita Susanto, Ketua DNIK Rudi Andries, Ali Nurdin Abdul Gani, Thamrin Ferly, Ihsanudin, A Eko Cahyono, Sudarman, Wakil Sekjen Sentot Janinto Mojo, Tetrie, Bendahara DNIKS Henny, Anggota Dewan Pakar DNIKS Dewanto Indra Krisnadi. “Potensi kemitraan CSR dalam mendukung pembangunan kesejahteraan sosial nasional cukup besar,” ujarnya.
Saat ini, kata Petinggi Indofood, masih ada kesalahpahaman tentang CSR, seolah-olah bahwa CSR itu sekedar publikasi sumbangan perusahaan. Padahal bukan itu. “CSR juga bukan merupakan uang sedekah atau uang sokongan,” terangnya.















