JAKARTA-Konflik internal Partai Golkar tidak mempengaruhi proses pilkada yang akan digelar pada 2015. Karena kepengurusan pusat dan daerah kembali lagi ke awal.
“Putusan Kemenkumham itukan kembali kepengurusan awal-kan, jadi baik DPD I dan II Golkar, juga demikian,” kata Wakil Ketua MPR Mahyudin usai peluncuran usai membuka peluncuran buku ‘Laut Masa Depan Indonesia’ karya Laksamana TNI (Purn) Bonar Simangunsong di Jakarta, Kamis (18/12/2014).
Karena pengurus DPD I dan II Partai Golkar kembali ke yang lama, kata Mahyudin, berarti Pilkada pada 2015 sama sekali tak terpengaruh. “Ya, jalan sebagaimana mestinya,” ucapnya singkat. Dengan kembali ke Munas Riau, kata Mahyudin, sama saja dengan barang yang sudah mati hidup lagi. “Saya jadi menjabat lagikan sebagai salah satu Ketua DPP,” ujarnya.
Sebelumnya, politisi senior Partai Golkar Hajriyanto Y THohari mengakui Partai Golkar terancam bisa tak ikut Pilkada serentak 2015. “Golkar bisa kehilangan peluang untuk punya bupati, wali kota, atau gubernur,” katanya.
Partai Golkar memang punya ambisi besar di Pilkada 2015. Bersama KMP, Golkar ingin menguasai daerah dengan memenangkan mayoritas Pilkada serentak. Namun karena kepengurusan Golkar tak ada yang sah maka peluang beringin untuk ikut di Pilkada diprediksi hampir sama tipisnya dengan harapan islah. (ec)













