Ketatnya pasokan di pasar komoditas semenjak pandemi serta kekhawatiran disrupsi pasokan yang disebabkan oleh konflik ini mendorong harga komoditas menyentuh level yang sangat tinggi.
Namun dampak rinci pada setiap negara akan berbeda tergantung pada berbagai faktor seperti posisi net importir/eksportir terhadap pangan dan energi, bobot pangan dan energi dalam keranjang inflasi, posisi fiskal dan ruang kebijakan moneter.
Seberapa panjang dampak ini akan terjadi, kita harus menunggu perkembangan dan durasi konflik, serta respons (dalam bentuk sanksi, terutama sanksi ekonomi) yang masih akan dijatuhkan pada Rusia kedepannya.
Apakah konflik ini dapat merubah pendekatan siklus pengetatan suku bunga yang akan dilakukan oleh Fed?
Kami menilai bahwa faktor ketidakpastian yang disebabkan oleh konflik ini berpotensi besar merubah pendekatan bank sentral menjadi lebih berhati-hati mengambil keputusan pengetatan moneter – memperlambat laju pengetatan – serta memberikan dukungan lebih lanjut terhadap perekonomian.
Sejauh ini kami masih mempertahankan pandangan bahwa kenaikan suku bunga Fed di tahun ini tidak seagresif dibandingkan perkiraan pasar yang sudah memperhitungkan 6-7 kali kenaikan.
Perubahan narasi dari tekanan inflasi menjadi kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi menjadi faktor penting yang akan membuat bank sentral menjadi lebih dovish.













