Pasalnya, pola kerusuhan yang terorganisir & terlatih memantik dugaan kuat adanya pertarungan elit-elit yang memegang kekuasaan & komando.
“Membantah informasi menyesatkan kalau PDI Perjuangan terlibat kerusuhan. Apalagi ada berita, bahwa Presiden Prabowo menerima informasi bahwa PDI Perjuangan terlibat kerusuhan,” tegasnya.
Guntur mengatakan PDI Perjuangan juga adalah korban dari kerusuhan.
“Ada 2 orang kader kami yang meninggal saat kantor DPRD Makassar dibakar,” tegasnya.
Guntur lalu mempertanyakan buat apa PDI Perjuangan ikutan rusuh.
Sebab bertugas di DPR adalah kekuatan politik PDI Perjuangan saat ini.
“Buat apa demo-demo dengan tuntutan bubarin DPR apalagi sampai rusuh? Ini seperti “membakar kandang sendiri”,” urainya.
Diterangkannya, kedatangan Adian Napitupulu ke RSCM untuk melayat Affan karena ada info pengurusan jenazah dipersulit juga bela-rasa Adian dengan kawan-kawn Ojol yang selama ini sama-sama bergerak menuntut pemotongan biaya Aplikator dari 20% menjadi 10%.
“Di tengah tuduhan fitnah itu, PDI Perjuangan tetap konsisten di luar pemerintahan dan setia bersama rakyat,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Guntur menerangkan bahwa Budi Gunawan bukan kader PDI Perjuangan.
Tokoh yang biasa disapa BG ini dipilih karena hak prerogatif Presiden dan di-reshuffle juga karena hak prerogatif Presiden.















