Sementara itu, pandangan yang senada dengan penilaian Josua disampaikan oleh Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC), Deni Daruri.
“Sejauh ini, Bank BTN sudah maksimal dalam menjalankan Program Sejuta Rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo. Agar lebih optimal, perlu suntikkan modal melalui PMN,” ujar Deni.
Strategi pemerintah untuk mengalokasikan dana PMN kepada BBTN, kata Deni, akan menciptakan daya ungkit yang besar bagi pemulihan ekonomi nasional.
Karena, lanjut dia, sektor properti merupakan salah satu tulang punggung perekonomian.
“Efek domino dari sektor properti terhadap perekonomian tidak perlu diragukan lagi. Kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi cukup besar. Selain itu, sektor perumahan itu juga menyerap tenaga kerja yang luar biasa,” imbuhnya.
Sementara itu, ekonom CORE Indonesia, Piter Abdullah mengungkapkan, BBTN sebagai BUMN memiliki kewajiban untuk menjalankan program pemerintah.
Salah satunya, program pembangunan sejuta rumah yang merupakan gagasan Presiden Jokowi.
“Dan, pemerintah tidak bisa lepas tangan. Sehingga, hal ini menjadi konsekuensi logis bagi pemerintah untuk mendukung permodalan Bank BTN melalui PMN. Demi optimalisasi program yang diamanatkan kepada Bank BTN,” papar Piter.













