Dengan kapasitas tampung yang cukup besar, Bendungan Paselloreng mampu menyuplai penyediaan air baku untuk 4 kecamatan di Kabupaten Wajo sebesar 200 liter/detik serta sebagai pengendali banjir Sungai Gilireng 1.000 m3/detik.
Bendungan multifungsi ini juga dimanfaatkan konservasi Sumber Daya Air (Area Green Belt), perikanan air tawar, pengembangan pariwisata, dan potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 2,5 MW.
Bendungan Paselloreng merupakan salah satu dari 16 bendungan baru yang diselesaikan Kementerian PUPR sejak 2015 untuk mendukung ketahanan air dan pangan nasional.
Lokasi bendungan berjarak sekitar 45 dari Sengkang Kabupaten Wajo atau 240 km arah Timur Laut dari Kota Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulsel.
Selain Paselloreng, di Provinsi Sulsel juga tengah diselesaikan Bendungan Karraloe yang memiliki luas genangan 145 hektare dengan kapasitas tampung sebesar 40, 5 juta m3, Bendungan Pamukkulu dengan luas genangan bendungan ini sebesar 126 hektare dengan kapasitas tampung 82,5 juta m3 serta ditambah 1 bendungan yang kini tengah dalam persiapan lelang yakni Bendungan Jenelata yang diproyeksikan memiliki volume 224,72 juta m3 untuk mengairi lahan irigasi seluas 23.240 hektare, mereduksi banjir hingga 475 m3/detik, sumber air baku 3,12 m3/detik dan berpotensi menghasilkan listrik sebesar 10,9 MW. ***














