JAKARTA-Menteri Keuangan, Agus Martowardojo memperkirakan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di 2013 akan mencapai 48 juta kiloliter atau lebih besar dari kuota yang ditetapkan sebesar 46 juta kiloliter. “Kuota BBM bersubsidi di 2013 sebesar 46 juta kiloliter. Kalau tidak dilakukan pengendalian dan penghematan konsumsi, maka realisasinya bisa mencapai 49-53 juta kiloliter. Tetapi, kalau ada pengendalian dan ada satu paket kebijakan pemerintah, diperkirakan akan ada di 48 juta kiloliter,” papar Agus Marto di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, Rabu (17/4).
Namun demikian, Agus Marto mengaku, pemerintah belum bisa memastikan kebijakan seperti apa yang akan ditempuh dalam upaya pengendalian konsumsi BBM bersubsidi. “Kemarin, seperti diketahui, sudah ada koordinasi sampai ke pemerintah daerah. Tetapi, sekarang masih pendalaman dan nanti akan disampaikan pada waktunya,” katanya.
Menurut dia, pengalaman di 2012 menjadi pelajaran pemerintah, karena rencana kenaikan harga BBM yang batal terealisasi telah menjadikan angka inflasi melonjak. “Intinya, kami mengetahui bahwa tahun ini kuota 46 juta kiloliter akan terlampaui. Tetapi diharapkan, jangan sampai 49-53 juta kiloliter,” tegas Menkeu.
Lebih lanjut dia menambahkan, jika upaya penghematan dan pengendalian BBM bersubsidi tidak berhasil, maka pemerintah akan menerapkan kebijakan perubahan APBN 2013. “Ini kami lakukan sebagai dasar untuk memotong anggaran belanja demi menjaga kesehatan fiskal,” ucap Agus Marto













