Kenaikan ini cukup signifikan selama tiga bulan berturut-turut sejak Februari 2021.
“Ini karena konsumsi merupakan faktor terbesar di dalam GDP sisi permintaan. Sekali lagi, begitu Covid bisa terjaga, maka kemudian kegiatan penjualan, aktivitas masyarakat yang diterjemahkan dengan kemudian jual beli atau konsumsi masyarakat juga menunjukkan kenaikan,” kata Menkeu.
Menurut survey Mandiri Spending Index, di 2021 belanja masyarakat mengindikasikan pulihnya belanja ke level sebelum pandemi.
Ini terjadi di semua kelompok penghasilan masyarakat, baik rendah, menengah, maupun tinggi.
“Dibandingkan kondisi sebelum Covid, itu sudah lebih tinggi. Indeks frekuensi belanja jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum Covid yang dengan baseline 100. Jadi ini menggambarkan suatu rebound dan pemulihan,” ujar Menkeu.
Indeks nilai belanja kelompok lower income konsisten meningkat seiring dengan banyak bantuan sosial dari pemerintah.
Kenaikan yang konsisten juga terjadi pada kelompok middle income.
“Ini menggambarkan kelompok ini yang sangat menentukan jumlah volume konsumsi dan pertumbuhan konsumsi yang nanti akan menjadi salah satu motor penggerak dari pemulihan ekonomi sisi permintaan,” kata Menkeu.
Perbaikan di berbagai indikator pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh technical rebound, pemulihan aktivitas ekonomi, serta perkembangan indikator ekonomi makro dan kondisi Covid 19 yang masih terjaga.













