Kedua, Pileg 2014 kemungkinan besar akan menempatkan PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Demokrat, dalam posisi empat besar. Partai-partai di luar itu cukup sulit untuk masuk dalam posisi empat besar. Berdasarkan rilis hasil survei berbagai lembaga, tingkat elektabilitas partai dapat ditilik dalam angka optimis dan angka pesimis. Angka optimis adalah angka elektabilitas maksimal yang bisa dicapai, sementara angka pesimis adalah angka elektabilitas minimal yang bisa diperoleh.
Tingkat elektabilitas PDIP sebagai calon pemenang, selain bekerjanya soliditas partai, banyak disumbang oleh adanya efek Jokowi. Dengan kata lain, pemilih menjatuhkan pilihannya kepada PDIP banyak disebabkan karena tertarik pada figur Jokowi. Alasan ini lebih menonjol dibandingkan pertimbangan lain seperti slogan, visi dan misi, maupun program partai. Selain itu, pencapresan Jokowi tidak hanya memberi efek signifikan terhadap perolehan suara PDIP saja, namun juga memberi pengaruh pada perolehan suara partai lain.
Kemungkinan hasil pileg seperti itu akan memberikan panduan arah koalisi. Sebagai pemenang pileg, PDIP akan menjadi pemain utama. Partai-partai lain yang kemungkinan bisa berkoalisi adalah mereka yang memiliki kemiripan asas, ideologi, dan arah perjuangan dengan PDIP. Selain itu adalah mereka yang selama ini tidak memiliki hubungan diametral atau bergesekan dengan PDIP. Di luar pertimbangan tersebut, tidak mudah untuk bisa berkoalisi dengan PDIP.











