Menteri Basuki menambahkan meskipun pekerjaan konstruksi oleh BUMN, namun juga didukung oleh para pemasok peralatan dan material yang merupakan pengusaha lokal. Menteri Basuki mencontohkan pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) di Jawa Barat dengan biaya Rp 757,89 miliar yang dikerjakan kontraktor BUMN yakni PT. Brantas Abipraya KSO bersama dengan kontraktor swasta PT. Sac Nusantara. Dalam pelaksanaan pekerjaan juga melibatkan banyak pemasok dari swasta lokal untuk semen, pasir, kerikil, baja dan material konstruksi lainnya.
Terkait KSO, Menteri Basuki juga telah mengeluarkan kebijakan agar dalam pembangunan bendungan BUMN tidak boleh melakukan KSO dengan sesama BUMN, tetapi harus dengan swasta nasional. Hal ini bertujuan agar semakin banyak kontraktor swasta nasional memiliki kemampuan membangun bendungan, terlebih pada periode 2015-2019, Kementerian PUPR menargetkan pembangunan 65 bendungan.
Sementara itu menjawab pertanyaan mengenai anak perusahaan BUMN sebagai pemasok material konstruksi, Menteri Basuki mencontohkan BUMN PT. Waskita Karya memiliki anak perusahaan PT. Waskita Beton Pre Cast, namun bahan bakunya seperti semen, krikil, dan pasir disuplai dari swasta. Keterlibatan swasta juga besar dalam penyediaan material besi dan alat, dimana BUMN hanya dapat menyediakan 30% saja. Selain itu pekerjaan tanah/urugan sebagian besar dikerjakan swasta.














