JAKARTA-Kontribusi niaga elekronik atau e-commerce terhadap ekonomi digital nasional diprediksi mencapai Rp1.908 triliun pada 2030.
Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, mengatakan tingginya kontribusi ini menandakan bahwa e-commerce masih akan mendominasi peta ekonomi digital Indonesia seiring meningkatnya jumlah penduduk yang memiliki akses internet.
“E-commerce diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia pada 2030 dengan kontribusi mencapai Rp1.908 triliun atau sekitar 33 persen,” ujar Mendag dalam diskusi ekonomi virtual Gambir Trade Talk ke-3 dengan tema ‘Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia’, pada Selasa (12/10/2021).
Lebih lanjut Mendag menjelaskan, kontribusi besar lainnya bagi ekonomi digital Indonesia pada 2030 akan bersumber dari transaksi antar perusahaan atau business to business (b to b), termasuk rantai nilai dan logistik, yang sebesar Rp763 triliun atau 13 persen,
Bidang online travel diperkirakan akan menyumbang sebesar Rp575 triliun atau 10 persen dan layanan perusahaan (corporate services) sebesar Rp529 triliun atau sembilan persen.
“Saat ini Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang besar dengan lebih dari 197 juta penduduknya memiliki akses internet. Angka tersebut diperkirakan akan tumbuh menjadi lebih dari 250 juta orang pada 2050,” imbuh Mendag.














