SEMARANG – Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merupakan salah satu komoditi andalan industri manufaktur dan salah satu penggerak pembangunan ekonomi nasional.
Hal ini dikarenakan industri TPT kontribusinya sangat signifikan dalam perolehan devisa ekspor dan penyerapan tenaga kerja, serta pemenuhan kebutuhan sandang dalam negeri.
Menteri Perindustrian Saleh Husin, industri TPT terus memberikan surplus pada neraca perdagangan dan memiliki peranan strategis dalam proses industrialisasi, karena produk yang dihasilkan mulai dari bahan baku (serat) sampai dengan barang konsumsi (pakaian jadi dan barang jadi) mempunyai keterkaitan antar industri maupun sektor ekonomi lainnya.
Selama periode tahun 2013 produk TPT memberikan kontribusi nilai ekspor sebesar USD 12,67 milyar atau meningkat 1,77% dibanding tahun sebelumnya.
Total ekspor produk TPT tersebut setara dengan 11,21% dari total ekspor non migas.
Sementara nilai investasi industri TPT sampai dengan triwulan III tahun 2014 sebesar Rp. 4,6triliun (PMA dan PMDN).
“Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, maka peningkatan daya saing merupakan kata kunci yang harus diperhatikan agar industri tekstil nasional dapat terus meningkatkan eksistensi baik di pasar domestik maupun internasional,” tegas Menperin.















