JAKARTA-Manajemen PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) berencana melakukan penawaran umum terbatas (PUT) sebanyak 12,45 miliar saham bernominal Rp100 tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (THMETD).
Jumlah PUT tersebut mencapai 76,75% dari modal disetor Perseroan setelah PUT.
Harga PUT ditetapkan sebesar Rp100 per saham sehingga Perseroan berpeluang mendapatkan tambahan modal sebesar Rp1,24 triliun.
Rencana PUT ini terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) JAWA yang diadakan pada 23 Oktober 2023.
Direksi JAWA dalam tambahan prospektus rencana PUT yang disampaikan ke BEI, dikutip Senin (9/10) menjelaskan, aksi korporasi ini dimaksudkan untuk memperbaiki posisi keuangan perseroan, dengan meningkatkan rasio utang yang lebih sehat, mengurangi beban keuangan, dan menguatkan arus kas di masa yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan nilai bagi para pemegang saham perseroan.
Apabila rencana aksi korporasi tersebut disetujui, PT Sarana Agro Investama (SAI) akan menjadi penerima saham sesuai dengan kesepakatan antara kedua pihak sebelumnya.
SAI, yang merupakan pemegang saham pengendali perseroan dengan kepemilikan saham 80%, telah menyetujui untuk menerima saham baru sebagai penyelesaian atas kewajiban perseroan sebesar Rp1,24 triliun.
Saat ini, perseroan mempunyai modal kerja bersih negatif Rp328,01 miliar.
Total liabilitas JAWA mencapai Rp3,57 triliun, melebihi 80% dari total aset perseroan sebesar Rp3,64 trilin. A
dapun dana yang diperoleh oleh perseroan dari konversi utang menjadi saham akan digunakan sepenuhnya untuk membayar biaya operasional, pembayaran pokok, dan bunga pinjaman bank Perseroan. (ANES)













