Sebagian besar koperasi telah membuka gerai desa dan gudang distribusi, berfungsi sebagai penyalur bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, pupuk bersubsidi, serta LPG 3 kilogram. Selain itu, 20.000 koperasi kini juga berperan sebagai offtaker hasil produksi petani dan nelayan, memasarkan produk pertanian dan perikanan ke pasar regional dan nasional.
Ferry menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih ini menjadi salah satu upaya pemerintahan Presiden Prabowo dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Tak hanya itu, dia meyakini Kopdes Merah Putih yang telah beroperasi ini bisa menjadi pelopor yang mampu mengangkat derajat perekonomian desa.
“Negara yang merdeka adalah negara yang bisa memberi makan rakyatnya, bangsa yang merdeka adalah yang bisa menjamin kehidupan yang layak bagi seluruh rakyatnya,” ujar Ferry.
Lebih lanjut Ferry menjelaskan bahwa setiap koperasi desa mendapatkan plafon modal sebesar Rp3 miliar. Dari jumlah tersebut, sebagian akan digunakan membangun gudang, gerai, dan sarana pendukung yang akan menjadi aset milik desa dan dikelola koperasi.
“Total modal yang dialokasikan mencapai Rp240 triliun. Ini bukan pengeluaran yang tidak menghasilkan, melainkan investasi yang akan menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa,” jelas dia.













