Studi ini juga menganalisis regulasi terkait di sektor pertambangan dan industri, khususnya peta proses perizinan.
Sumber tambahan mencakup penelitian tentang politik perizinan pertambangan, risiko korupsi dalam pengolahan mineral, dampak sosial-lingkungan dari pertambangan nikel, dan tren investasi Tiongkok di sektor mineral.
Dominasi Tiongkok
Mengacu pada data tahun 2023, terdapat 373 konsesi nikel yang telah mendapatkan izin hukum, administratif, teknis, finansial, dan lingkungan yang dipersyaratkan.
Konsesi ini mencakup hampir satu juta hektar lahan. Diantara konsesi tersebut ada 11 perusahaan dengan pemegang saham Tiongkok yang tercatat beroperasi di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.
Dalam proses di hulu, porsi investasi Tiongkok memang relatif kecil.
Menurut aturan, investasi asing tidak diperkenankan mengajukan permohonan izin tambang, sehingga hanya diperbolehkan bekerjasama dengan perusahaan Indonesia.
Namun dalam pemrosesan hilir, kehadiran Tiongkok yang kuat terlihat jelas. Sebanyak 116 proyek peleburan (smelter) telah tercatat di seluruh Indonesia terdiri dari fasilitas yang sudah beroperasi, yang sedang dibangun, dan yang direncanakan, dengan perusahaan Cina dilaporkan mengendalikan 75% kapasitas penyulingan.













