Selain itu, pembangunan flyover Tenjo yang menjadi infrastruktur vital kawasan kini telah mencapai progres 95% dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2025. Hadirnya flyover ini diharapkan membawa perubahan signifikan bagi mobilitas di kawasan, karena memperlancar arus transportasi dan semakin memperkuat posisi Kota Podomoro Tenjo sebagai hunian strategis yang terintegrasi dengan berbagai pusat pertumbuhan baru.
Bukan hanya unggul dalam aksesibilitas, potensi bisnis, dan investasi, Kota Podomoro Tenjo memiliki area terbuka hijau yang sangat luas. Sebagai kawasan dengan konsep Green Belt pertama di Indonesia, Kota Podomoro Tenjo menyajikan pemandangan yang asri, lingkungan nyaman dengan konsep rumah bertumbuh, serta dilengkapi sistem keamanan 24 jam, untuk mendukung gaya hidup sehat dan alami dalam harmoni.
Hingga akhir tahun 2025, Kota Podomoro Tenjo menargetkan serah terima sebanyak 1.000 unit dari berbagai cluster. Setelah Cluster Magnolia, serah terima berikutnya akan dilakukan secara bertahap, termasuk untuk kawasan komersial Ruko Andromeda Avenue Cluster Damar, dan Ruko Lotus.
“Dengan pengembangan yang menyeluruh mulai dari hunian, keasrian lingkungan, fasilitas yang terus dikembangkan, hingga infrastruktur strategis, Kota Podomoro Tenjo tidak hanya menghadirkan tempat tinggal, tetapi juga menciptakan ekosistem modern terpadu yang meningkatkan kualitas hidup, mobilitas, bisnis dan investasi berkelanjutan bagi masyarakat,” tutup Rubby.













