Rekapitulasi suara di Jogya, yang berdasarkan kejujuran, transparansi serta bebas dari intervensi atau permainan, menurut Rahmad, akan memberi pengaruh positip ke daerah lain dalam melakukan rekapitulasi juga. “Ada 300 ribu mahasiwa luar daerah yang belajar di Yogyakarta. Ratusan ribu mahasiswa luar daerah itu akan menjadi komunikator sejati ke seluruh penjuru Indonesia. Jika mereka mengatakan, ikutilah Yogyakarta dalam menjaga kejujuran, transparansi dan bebas permainan dalam rekapitulasi suara, niscaya seruan ini akan bergema seluruh Indonesia,” tegas Rahmad.
Rekapitulasi di Dapil Yogyakarta tidak berjalan dengan baik dan alot. Selain karena ada masalah teknis, sebagian perolehan perhitungan suara juga terpengaruhi oleh hasil perhitungan yang dilakukan oleh berbagai lembaga survai. Kekacauan terjadi, karena lembaga survai dalam quick count (hitung cepat) memaparkan hasil yang berbeda.













