Menurut Nixon, transformasi digital yang terus disempurnakan dalam beberapa tahun terakhir akan menjadi game changer bagi bisnis BBTN.
Peluncuran aplikasi super Bale dan implementasi BTN Digital Store bakal berdampak positif terhadap pertumbuhan kredit berkualitas dan penghimpunan dana murah.
“Kami juga secara agresif mempertebal bisnis KPR non-subsidi dan high yield loan untuk memperbaiki tingkat margin. Agenda transformasi digital dan ekspansi ke segmen komersil kami lakukan secara simultan, berkelanjutan untuk membawa bank ini ke level lebih tinggi,” ungkap Nixon.
Pada aktivitas penyaluran kredit, per Januari 2025 BBTN meraih pendapatan bunga mencapai Rp2,36 triliun.
Setelah dikurangi beban bunga Rp1,5 triliun, pendapatan bunga bersih (NII) BTN mencapai Rp854 miliar.
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan per Januari 2025 tercatat senilai Rp102 miliar.














