JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) meningkat pada Desember 2015. Data bank sentral menyebutkan kredit UMKM yang disalurkan perbankan tercatat sebesar Rp739,8 triliun atau tumbuh 10,1% (yoy), lebih tinggi dari 9,2% (yoy)dibanding bulan sebelumnya.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara, akselerasi tersebut terutama terjadi pada kredit skala usaha mikro dan kecil. Penyaluran kredit pada skala usaha mikro yang memiliki pangsa sebesar 22,2% dari total kredit UMKM tumbuh 17,5% (yoy) lebih tinggi dibandingkan November 2015. “Sementara itu, penyaluran kredit pada skala usaha kecil dengan pangsa sebesar 29,2% dari total kredit UMKM tumbuh meningkat dari 3,5% (yoy) menjadi 6,9% (yoy) pada Desember 2015,” jelasnya di Jakarta, Jumat (29/1).
Dia mengatakan peningkatan pertumbuhan juga terlihat pada kredit properti. Pada Desember 2015, kredit properti tercatat sebesar Rp620,4 triliun, atau tumbuh meningkat menjadi 11,8% (yoy) dari sebelumnya 11,5% pada November 2015. Hal ini didorong oleh meningkatnya kredit konstruksi serta KPR dan KPA.
Akselerasi kredit tersebut terjadi pada kredit produktif berupa Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI). “Pada Desember 2015 KMK dan KI tercatat sebesar Rp1.914,3 dan Rp1.025,0 atau tumbuh meningkat menjadi 8,4% (yoy) dan 14,6% (yoy) dari bulan sebelumnya yang tumbuh sebesar 7,6% (yoy) dan 12,5% (yoy),” terangnya.













