JAKARTA-Kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan tercatat tumbuh positif di bulan Juli 2019 di tengah perlambatan ekonomi global dan peningkatan tensi perang dagang AS-Tiongkok.
“Kredit perbankan mencatat pertumbuhan sebesar 9,58% yoy, dengan kredit investasi yang masih tetap tumbuh double digit di level 13,75% yoy,” ujar Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Manajemen Strategis Anto Prabowo.
Sementara itu, pertumbuhan piutang pembiayaan walaupun masih mengalami moderasi tetap tumbuh di level3,8% yoy. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan dalam tren meningkat dan tumbuh sebesar 8,04% yoy.
“Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan giro yang mencapai 9,68% yoy,” jelasnya.
Sementara itu, sepanjang Januari sampai dengan Juli 2019, asuransi jiwa dan asuransi umum/reasuransi berhasil menghimpun premi masing-masing sebesar Rp 104,25 triliun dan Rp 58,87 triliun.
Sampai dengan 26 Agustus 2019 penghimpunan dana melalui pasar modal mencapai Rp 120,8 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 113,8 triliun.
“Adapun jumlah emiten baru pada periode tersebut sebanyak 30perusahaan dengan pipeline penawaran sebesar 34 emiten dengan total penawaran sebesar Rp 22,51 triliun,” imbuhnya.













