Akibat adanya beban pajak (netto) per 31 Maret 2024 yang sebesar Rp 9,86 miliar, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan BINA menjadi Rp32,82 miliar atau melorot 44,22 % dibandingkan laba bersih tahun berjalan di Kuartal I-2023 yang sebesar Rp 58,84 miliar.
Total liabilitas BINA hingga akhir Kuartal I-2024 tercatat sebesar Rp 23,24 triliun atau membengkak 11,57 % (year-to-date), dengan jumlah dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 14,53 triliun atau meningkat 2,9 % (y-t-d).
Sementara itu, total aset BINA per 31 Maret 2024 tercatat Rp 26,81 triliun atau bertumbuh 9,97 % (y-t-d), dengan jumlah penyaluran kredit sebesar Rp 12,43 triliun atau menurun 1,97 % dibandingkan posisi per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 12,68 triliun.













