“Mestinya terima itu secara jantan tidak perlu diperdebatkan dan mencari kambing hitam, Jadi sejak Jokowi dan anak-anak mantunya pindah ke sebelah, masa kita tidak pecat? Tidak bisa dong,” kata Komarudin.
“Masa orang partai, rekan-rekan partai yang berdarah-darah ini buat salah kita pecat lalu dia siapa? Kan begitu,” sambung dia.
Anggota DPR RI ini pun mengulas kembali proses pemecatan Jokowi yang telah dilakukannya sejak Oktober 2024, lalu.
Dimana, dia bersama tim melakukan menginventarisir seluruh pelanggaran anggota partai dari seluruh Indonesia.
Ketika ditemukan adanya kader melakukan pelanggaran berat, Komarudin pun menyerahkan keputusan kepada Ketua Umum Megawati.
“Karena menyangkut pemecatan, tapi Ibu waktu itu sampaikan jangan dulu karena Jokowi ini masih Presiden Republik Indonesia, Kita memberi penghormatan kepada beliau.”
“Tapi karena toh kita menghormati orang, kalau orang tidak menghormati kita berarti kan tidak sama, tidak seimbang dong, Tapi karena jalan terus ya Terpaksa tanggal 16 Desember Ibu memerintahkan Komarudin Watubun mengumumkan pemecatan, begitu caranya ceritanya,” ujar Komarudin.
“Saya dikasih tau, di telpon saya kan nanti diumumkan harus baca teks yang dari Ibu. Jadi itu dibaca, dititik koma, dulu itu makanya saya hati-hati waktu umumkan itu. Itu perintah Ketua Umum PDI Perjuangan, Jadi jangan cari kambing hitam Kalau mau lawan Ibu, lawan Ibu, lawan kita,” tegasnya lagi.













