SEMARANG,BERITAMONETER.COM – Beberapa waktu lalu, Indonesia menghadapi lonjakan kasus kejahatan online scam yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di Kamboja.
Data menyebutkan sebanyak 110 WNI berhasil diamankan setelah terlibat atau menjadi korban dalam operasi sindikat online scam di negara tersebut.
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menyebut bahwa terjadi lonjakan penerbangan dari Indonesia menuju Kamboja dalam seminggu terakhir.
Padahal, negara tersebut tidak memiliki destinasi wisata yang menjadi perhatian wisatawan seperti Bali.
Setelah ditelisik, ternyata fenomena tersebut dicurigai berkaitan dengan penempatan WNI ke dalam jaringan online scam.
“Pencegahan dan antisipasi kejahatan transnasional berupa online scam di Kamboja butuh pendekatan akar rumput. Solusi pencegahannya tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan reaktif di tingkat pusat saja. Upaya penanggulangan harus menjangkau komunitas akar rumput sebagai garis pertahanan pertama penyebaran modus rekrutmen tenaga kerja illegal,” kata kriminolog Alumni Universitas Indonesia (UI), Hardiat Dani, di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (06/11/2025).
Beberapa korban online scam mengaku disekap, disetrum dan dipukuli karena menolak atau gagal memenuhi target penipuan yang ditetapkan perusahaan tempat mereka dipaksa bekerja.











