Menurutnya, semua presiden dalam sistem presidensial jatuh oleh people power karena rakyatnya kelaparan atau krisis ekonomi.
Meski ada contoh jatuhnya Presiden Joseph Estrada di Filipina akibat people power, namun kondisi itu didahului oleh krisis ekonomi yang parah. Pada saat yang sama presiden itu terlilit kasus korupsi sehingga dijatuhkan di tengah jalan. “Tidak ada sejarah di negara manapun bahwa dalam sistem presidensial presiden bisa dijatuhkan karena kekuatan politik,” ujarnya.
Selain itu, koalisi partai politik pun tidak ada yang permanen sehingga tidak mudah untuk menggalang kekuatan untuk menjatuhkan seorang presiden. Pasalnya, parpol di Indonesia saat ini sangat pragmatis sehingga selalu kalah dari kelompok eksekutif.














