Kedua, program pengembangan berbasis teknologi. Saat ini adalah era teknologi digital. Di bidang teknologi keuangan, banyak start-up yang menyediakan jasa keuangan dengan biaya yang lebih murah dan persyaratan yang lebih mudah. Sebagian start-up juga mulai menggunakan keuangan syariah sebagai model bisnisnya. menurut hemat Saya, lulusan ekonomi syariah perlu menguasai pengetahuan di bidang teknologi di level tertentu mengingat industri keuangan saat ini menggunakan teknologi secara masif”, papar Hendar.
Ketiga, menetapkan platform yang kokoh untuk kerja sama antar institusi pendidikan baik secara global maupun domestik. Dengan dukungan teknologi, kerja sama antara pihak yang berbeda dapat dilakukan dengan lebih mudah”, pungkasnya.
Tujuan penyelenggaraan seminar ini adalah untuk mendiskusikan tantangan SDM syariah terkini di negara-negara berkembang terkait pemberdayaan ekonomi. Selain itu, dari diskusi ini akan diperoleh solusi terbaik dalam menghasilkan SDM yang kompetitif di tingkat nasional dan global bagi negara-negara berkembang.
Adapun topik yang dibahas meliputi berbagai hal. Pertama, kebutuhan adanya roadmap tentang SDM yang kompetitif. Kedua, intervensi dan kontribusi IDB dalam membangun SDM yang kompetitif di pendidikan tinggi nasional dan Islam. Ketiga, Beasiswa IDB dan kontribusinya untuk pengembangan SDM di Indonesia. Terakhir, strategi untuk mendorong pengembangan SDM di industri keuangan syariah.














