JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk(GOTO) selama tiga bulan pertama tahun ini, mencatatkan penurunan rugi periode berjalan sebesar 61 persen (year-on-year) menjadi Rp367 miliar.
Namun berdasarkan penyajian laporan keuangan secara pro-forma, rugi periode berjalan GOTO di Kuartal I-2025 menurun 34 persen (y-o-y) menjadi Rp276 miliar.
Menurut Direktur Utama GOTO, Patrick Walujo, pada Kuartal I-2025, nilai transaksi bruto (GTV) inti grup melonjak 54 persen (y-oy) menjadi Rp83,2 triliun.
Adapun pendapatan bersih (secara pro-forma) tercatat meningkat 37 persen (y-o-y) menjadi Rp4,2 triliun.
Apabila mengacu pada penyajian berdasarkan PSAK, pendapatan bersih GOTO bertumbuh 4 persen (y-o-y) menjadi Rp4,2 triliun.
Secara pro-forma, lanjut Patrick, EBITDA disesuaikan tetap kuat sebesar Rp393 miliar, dibandingkan dengan Kuartal I-2024 yang mencatatkan rugi Rp101 miliar (secara pro-forma), sedangan secara aktual tercatat rugi Rp146 miliar.
Kinerja ini menjadi landasan kuat untuk sisa tahun 2025 yang menunjukkan kekuatan ekosistem GOTO dan kemampuan menavigasi perubahan kondisi pasar.
“Kami memulai tahun ini dengan momentum yang kuat, mencetak rekor baru dan kinerja kuartalan yang menguntungkan. Hal ini mencerminkan eksekusi yang disiplin dari strategi kami dan kekuatan model ekosistem kami,” kata Patrick dalam pemaparan Kinerja Keuangan GOTO untuk periode berakhir 31 Maret 2025 di Jakarta, Selasa (29/4).














