JAKARTA – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) telah berhasil memangkas utang sebesar Rp1,47 triliun pada kuartal I 2025.
“Dari sisi neraca, upaya konsisten dalam menjalankan langkah penyehatan ini berhasil membuat WIKA menurunkan jumlah utangnya baik kepada mitra kerja maupun lembaga keuangan sebesar Rp1,47 triliun pada kuartal I 2025 dibandingkan tahun 2024,” kata Direktur Utama WIKA Agung Budi Waskito dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (30/4).
Dia mengakui, kondisi ekonomi global dan sektor konstruksi yang menantang memang memberikan tekanan yang cukup besar terhadap industri konstruksi.
Hal ini tercermin dari perolehan kontrak baru WIKA pada kuartal I 2025 yang hanya tercapai sebesar Rp2,16 triliun, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun demikian, Perseroan masih mampu membukukan total penjualan sebesar Rp4,84 triliun, yang berasal dari proyek-proyek non Kerja Sama Operasi (KSO) sebesar Rp3,11 triliun dan proyek-proyek KSO sebesar Rp1,73 triliun.
Adapun kontribusi utama penjualan tersebut mayoritas berasal dari segmen infrastruktur dan gedung, EPC, industri penunjang bisnis konstruksi dan realti properti.
“Atas penjualan ini, WIKA mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp393,46 miliar, yang bersumber dari laba proyek non KSO sebesar Rp231,33 miliar dan sisanya dari laba proyek KSO,” jelas Agung.














