“Kita sedang bersih bersihkan, biar kita tidak ada beban lagi tahun depan. Saya yakin akan menutup dengan laba di akhir tahun. Karena saya yakin nanti akhir tahun bisa berkontribusi bertumbuh cukup baik di akhir tahun,” ujar dia.
Selain dari Danareksa Sekuritas, BRI juga masih memperbaiki masalah kredit bermasalah yang didera BRI Syariah dan BRI Agro.
“Kita bersihin semua. saya tidak mau ada yang disembunyiin lagi NPL. Digelontorin. Tapi semua selesai tahun ini. Akhir tahun kita sudah simulasi , mereka bisa berikan kontribusi,” ujar Suprajarto.
Di kuartal II 2019 ini, secara keseluruhan BRI menumbuhkan laba 11,84 persen menjadi Rp888,32 triliun. Dari total kredit BRI, segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih mendominasi sebanyak R 681,50 triliun atau sebesar 76,72 persen dengan pertumbuhan 13 persen. “Laba melambat ini memang benar, tapi kalau laba ‘bank only’ sudah sejalan,” ujar dia.
Untuk kredit usaha rakyat (KUR), BRI telah mengucurkan sebesar Rp50,29 triliun kepada lebih dari 1,2 juta debitur. Dia menyebut ini setara dengan 57,8 persen dari target yang diberikan pemerintah di tahun 2019 sebesar Rp 86,97 Triliun.
Dengan kinerja tersebut, total aset BRI mencapai Rp 1.288,20 Triliun atau tumbuh 11,7 persen (yoy). Perseroan juga mampu menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp945,05 Triliun atau tumbuh 12,78 persen (yoy). ***














